Tuesday, February 20, 2007

Asyik Berdua-duaan... Awas! Ada Pengintai Seks

Kuala Lumpur - Jangan sembarangan berdua-duaan. Apalagi bersama dengan pasangan tak sah. Para pengintai telah disebar untuk memata-matai Anda. Begitu terendus adanya aktivitas imoral... prittt!!!

Malaysia merekrut para relawan yang akan dijadikan pasukan mata-mata. Tugasnya menangkap pasangan-pasangan yang melakukan aktivitas imoral seperti seks pranikah.

Para pengintai ditempatkan di hotel-hotel dan tempat-tempat parkir. Mereka bisa saja menyamar sebagai pelayan atau bahkan petugas pembersih di hotel. Demikian dilaporkan The Star seperti dilansir AFP, Selasa (20/2/2007).


Thursday, February 15, 2007

Bangun Pariwisata Tanpa Diskotek

Kuala Terengganu - Ada satu lagi yang membuat beda Negeri Terengganu, sebuah negara bagian yang terletak di timur Semenanjung Malaysia. Di negeri ini, diskotek tidak boleh didirikan. Pemerintah Negeri Terengganu bertekad meningkatkan sektor pariwisata tanpa diskotek.

"Silakan wisatawan datang ke Terengganu. Bila mereka ke sini, ya silakan ikuti aturan di sini. Bila para wisatawan mencari diskotek, silakan saja datang ke tempat lain," kata Menteri Besar Terengganu, Dato Seri Haji Idris Jusoh, saat bertemu sejumlah pimpinan media massa Indonesia di Puncak Gamelan, Primula Beach Resort, Kuala Terengganu, Rabu (14/2/2007) malam.


Tuesday, January 23, 2007

China akan Larang Acara TV

Pemerintah China akan memberlakukan peraturan ketat atas acara-acara televisi pada jam tayang utama. Sementara itu, bahasa China meningkat pesat di Amerika

Mulai bulan depan, setasiun televisi China hanya boleh menyiarkan acara yang mendorong etika pada jam tayang utama.

Ini menyusul larangan sebelumnya terhadap film kartun asing antara pukullima dan delapan sore dan larangan terhadap apa yang disebut reality show yang vulgar.

Friday, December 22, 2006

Gerakan Syahwat Merdeka Mengepung Indonesia

Seorang bule bertubuh tinggi besar bergegas ke luar ruangan Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Raya, Jakarta Pusat. Langkahnya acuh saja. Sembari berjalan lurus, dia kemudian mendekati penyair Taufiq Ismail yang tengah dirubung banyak orang.

Setelah sampai di dekat Taufiq, ia menyalaminya.
''Selamat ya. Pidato kebudayaan Anda bagus sekali. Tapi ingat, media massa Indonesia juga banyak sampahnya. Lihat siaran televisi Anda. Bayangkan kalau di Amerika tayangan itu diputar pada pukul 03.00 pagi, di sini malah diputar pada prime time,'' kata si bule sembari memegang tangan Taufiq. Yang
disalaminya pun membalas dengan senyum simpul. ''Terima kasih Tuchrello.
Memang demikian adanya. Maaf, kalau banyak mengambil contoh negara Anda,''
jawab Taufiq.